Kategori: Tidak Dikategorikan

  • Unsur-Unsur Periode Ketiga

    Belerang

    Unsur-unsur kimia dalam tabel periodik sangatlah banyak. Telah ditemukan sekitar 118 unsur. Dalam sistem sistem periodik, terbagi 7 periode berdasarkan jumlah kulit atom unsur-unsur tersebut. Di periode 3, telah jelas bahwa mereka memiliki 3 kulit pada dasarnya.

    Anggota periode 3 ada 8 unsur yaitu natrium (Na), magnesium (Mg), aluminum (Al), silikon (Si), fosfor (P), sulfur (S), klorin (Cl), dan Argon (Ar).

    Unsur-unsur periode 3 dan nomor atomnya

    Untuk Jari-jari atom unsur-unsur periode 3, dari natrium ke argon, maka jari-jari atomnya semakin menurun.

    Peningkatan jari-jari atom

    Untuk enegi ionisasi unsur-unsur periode 3, dari natrium ke argon, maka energi ionisasinya semakin meningkat.

    Untuk afinitas elektron unsur-unsur periode 3, dari natrium ke argon, maka afinitas elektronnya semakin meningkat.

    Untuk keelektronegatifan unsur-unsur periode 3, dari natrium ke argon, maka energi ionisasinya semakin meningkat.

    Peningkatan energi ionisasi, afinitas elektron, dan keelektronegatifan.

    Dan yang terakhir, untuk kekuatan sifat logamnya, dari unsur-unsur periode 3, dari natrium ke argon, maka sifat logamnya semakin menurun. Jelas saja, natrium adalah unsur logam dan Argon adalah unsur nonlogam.

    Mendapatkan gambar tabel periodik diatas dari: Source of the periodic table picture dan diedit sebagaimana terlampir diatas. You also can read the descriptions of the link above. Please click here to read the descriptions. Berikut ini penjelasan tentang unsur-unsur periode ketiga.

    Natrium

  • Perkembangan Sistem Periodik

    Salah satu gambar tabel periodik unsur

    Ada yang mengenal tabel diatas? Dalam ilmu kimia, tabel aneh ini sangat penting untuk mempelajari ilmu-ilmu kimia terkhusus kimia unsur. Itu disebut tabel periodik unsur, sistem periodik modern yang sampai sekarang disusun oleh ahlu kimia dari Rusia yang bernama Dmitri Mendeleev. halaman ini akan dibahas sejarah pengelompokan unsur-unsur kimia dari zaman ke zaman

    Source: fandom

    Upaya-upaya mengelompokkan unsur sudah dilakukan oleh banyak ahli, perjalanannya sebagai berikut: ilmuwan Arab dan Persia > Lavoisier > Dalton > Berzellius > Triad Döbereiner > Hukum Oktaf Newlands > Sistem Periodik Meyer > Sistem Periodik Mendeleev. Oleh karena itu, disini dijelaskan sejarah dan perkembangan mereka mengelompokkan unsur-unsur kimia.

    Source: fandom, and edited by picsart

    1. Ilmuwan Arab dan Persia

    Mereka mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan sifat fisisnya yang berbeda, yaitu logam dan nonlogam.

    2. Antoine Lavoisier

    Sejak tahun: 1789. Ia mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan sifat kimianya yaitu gas, logam, nonlogam, dan tanah. dan ia juga menganggap beberapa senyawa adalah unsur.

    3. John Dalton

    Sejak tahun 1808. Ia mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom, tetapi belum akurat

    4. Berzellius

    Sejak tahun 1828. Ia menyusun unsur-unsur kimia berdasarkan kenaikan massa atom dan memperbaiki ketidak akuratan John Dalton, dengan yang ada hubungannya dengan massa atom relatif

    Setelah ini, orang-orang mengelompokkan unsur-unsur kimia berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat mereka.

    5. Triad Döbereiner

    Pada tahun 1829. Johann Döbereiner mengelompokkan unsur dengan membaginya kedalam tiga kelompok yang disebut triad. Ia mengelompokkan berdasarkan kenaikan massa dan kemiripan sifat. Ia melihat adanya hubungan antara massa atom dan sifatnya.

    6. Hukum Oktaf Newlands

    Pada tahun 1965, John Newlands mengelompokkan unsur ke dalam kelompok sama dengan beberapa sebelumnya. Ia mengamati adanya pengulangan sifat pada unsur dan dalam tabelnya, masih ada yang mengandung 2 unsur seperti tabel dibawah

    Pengelompokan berdasarkan Hukum Oktaf Newlands

    7. Sistem Periodik Meyer

    Pada tahun 1864. Lothar Meyer juga mengamati hubungan antara massa atom dan sifatnya. Dan ia juga membuat pengelompokan unsur berdasarkan kenaikan nomor atom dan sifatnya.

    8. Sistem Periodik Mendeleev

    Pada tahun 1969, ahli kimia Rusia bernama Dmitri Mendeleev membuat sistem periodik seperti Meyer, dan awalnya ia mencari berbagai data dan informasi tentang unsur-unsur, dan dia menulisnya di dalam kartu-kartu yang disusun awalnya menurut kenaikan massa atom. Setelah itu, dia melihat hubungan sifat unsur-unsur itu dari susunan yang dibuatnya secara teratur, lalu ia membuat sistem periodiknya yang pertama. Ia menyusun unsur-unsur itu secara horizontal yang disusun berdasarkan kenaikan massa atom, yang membentuk baris yang disebut periode. Dan susunan dari pengulangan sifat unsur (antara periode dan periode) yang secara vertikal membentuk kolom, yang dikolom itu sifat-sifat unsurnya mirip, yang disebut golongan. Inilah model sistem periodik modern yang sampai sekarang masih digunakan.

    Gambar tabel periodik unsur

    Tabel periodik unsur saat ini terdiri dari 18 golongan dan 7 periode, dan juga 4 blok. Susunan ini sangat diperlukan bagi yang akan mempelajari ilmu kimia. Jika ingin mendalaminya, orang-orang harus menghafalkannya. Di indonesia, sekolah-sekolah membahas materi ini di tingkat SMA untuk yang dikelas IPA

    Tulisan diatas merupakan perkembangan tabel periodik unsur.

  • Alkali Tanah

    Ilustrasi logam alkali tanah

    Logam alkali tanah atau di tabel periodik merupakan golongan 2a (IIA) yang terletak di sebelah kanannya golongan alkali (IA) yang anggotanya berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba), dan radium (Ra). Logam-logam ini bersifat reaktif, dan juga merupakan logam yang berkilau. Titik lebur, titik didih, dan massa jenisnya relatif rendah.

    Di alam, unsur-unsur ini diperoleh dari mineral-mineral. Yaitu berilium dari beril, magnesium dari magnesit, dolomit, dan epsomit, kalsium dari dolomit, dan batu kapur, stronsium dari stronsianit dan selestit, barium dari barit, dan witerit.

    Kegunaan dari unsur ini dalam kehidupan ini sangat banyak dan beragam, mulai dari magnesium sulfat heptahidrat atau garam inggris (MgSO4•7H2O) untuk obat pencahar, kalsium sebagai zat penyusun dari tulang manusia, dan lain-lain.

    Sifat-sifat unsur alkali tanah adalah tidak eksplosif (mudah meledak) terhadap air, senyawanya adalah mineral tanah, reaktif, titik lelehnya tinggi, merupakan reduktor kuat, dan pembentuk kesadahan pada air. Sabun akan sulit berbusa ketika terkena air sadah, air sadah terbentuk karena air tersebut mengandung ion magnesium dan kalsium.

    Reaksi nyala (reaksi yang digunakan untuk mendeteksi senyawa menggunakan pembakaran) pada logam alkali tanah menghasilkan warna api sebagai berikut: berilium menghasilkan warna putih, magnesium menghasilkan warna putih, kalsium menghasilkan warna merah bata, stronsium menghasilkan warna merah tua, barium menghasilkan warna hijau pucat. Berikut dibawah penjelasan unsur-unsur logam alkali tanah.

    Berilium (Be) merupakan logam alkali tanah periode kedua dengan nomor atom 4.

    Salah satu contoh gambar logam berilium

    Magnesium (Mg) merupakan logam alkali tanah periode ketiga dengan nomor atom 12. Logam ini juga merupakan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, dan merupakan penyusun pada klorofil daun. Fungsinya terdapat pada senyawa magnesium hidroksida (Mg(OH)2) sebagai obat maag, magnesium sulfat heptahidrat (MgSO4•7H2O) sebagai obat pencahar, dan lain-lain. Salah satu aloinya (perpaduan logam) yaitu perpaduan antara magnesium dan aluminium disebut magnalium. Namanya berasal dari daerah yang bernama magnesia.

    Salah satu contoh gambar logam magnesium

    Kalsium (Ca) merupakan logam alkali tanah periode keempat dengan nomor atom 20, yang sangat dibutuhkan oleh tulang manusia dan juga merupakan komponen penyusun tulang manusia bersama fosfor. Fungsinya ada di senyawa kalsium hidroksida (Ca(OH)2) sebagai penghilang kesdahan air, kalsium karbida atau batu karbit sebagai pembuat gas asetilena atau etuna (C2H2), dan kalsium sulfat dihidrat (CaSO4•2H2O) untuk bahan bangunan.

    Salah satu contoh gambar logam kalsium

    Stronsium (Sr) merupakan logam alkali tanah periode kelima dengan nomor atom 38. Juga digunakan sebagai pewarna kembang api. Warnanya berdasarkan reaksi nyalanya.

    Salah satu contoh gambar logam stronsium

    Barium (Ba) merupakan logam alkali tanah periode keenam dengan nomor atom 56.

    Salah satu contoh gambar logam barium

    Radium (Ra) merupakan logam alkali tanah periode ketujuh dengan nomor atom 88. Logam ini bersifat radioaktif

    Salah satu contoh gambar logam radium

    Di tabel periodik, logam alkali tanah terletak disebelah kanan golongan IA, dan anggotanya 6 unsur. Sudah ada percobaan menyintesis unsur dibawah radium yang seharusnya bernomor atom 120, tetapi sampai sekarang masih gagal.

  • Logam Alkali

    Ilustrasi dari logam alkali

    Ada yang tahu tentang logam alkali tidak? Di tabel periodik, logam alkali adalah sebutan untuk golongan 1A (IA), yang terletak paling kiri. Semua unsur yang berada di kolom (kecuali hidrogen) merupakan logam-logam alkali. Alkali berasal dari bahasa arab yang artinya abu. Anggota logam alkali adalah Lithium (Li), Natrium (Na), Kalium (K), Rubidium (Rb), Sesium (Cs), Fransium (Fr). Logam alkali merupakan pembentuk basa kuat yang larut di dalam air.

    Di alam, biasanya logam-logam ini diperoleh dari suatu mineral. Misalnya lithium dari mineral yang bernama spodumene, natrium dari mineral sendawa chili dan karnalit, kalium dari silvit dan karnalit, rubidium dari lepidolit, sesium dari polusit.

    Fungsi-fungsi dan kegunaan logam alkali dalam sehari-hari dapat kita temukan didalam kegiatan kita, misalnya garam dapur dengan rumus kimia NaCl (natrium klorida), mengandung logam alkali yaitu natrium dan unsur halogen yaitu klorin, baterai Li-ion yang biasanya digunakan untuk perangkat-perangkat tertentu mengandung lithium, kalium hidroksida dengan rumus KOH juga berguna dalam industri sabun, dan sebagainya.

    Reaksi nyala (reaksi yang digunakan untuk mendeteksi senyawa menggunakan pembakaran) akan menghasilkan warna api yang berbeda pada setiap unsurnya. Lithium menghasilkan warna merah, natrium menghasilkan warna kuning, kalium menghasilkan warna ungu, rubidium menghasilkan warna merah, sesium menghasilkan warna biru. Sekarang akan dijelaskan unsur-unsur tersebut.

    Lithium (Li) merupakan logam alkali periode kedua dengan nomor atom 3, yang memiliki potensial elektrode sangat besar. Logam ini lebih mirip dengan magnesium yang berada di golongan IIA, dan lithium bereaksi agak pelan dengan air. Fungsinya dalam kehidupan adalah sebagai lithium karbonat (Li2CO3) untuk pengolahan aluminium, juga lithium hidroksida (LiOH). Dan logam ini juga digunakan untuk baterai lithium-ion. Nama lithium berasal dari bahasa yunani lithos yang berarti batu.

    Salah satu contoh gambar logam lithium

    Natrium (Na) atau dikenal sebagai sodium merupakan alkali tanah periode ketiga dengan nomor atom 11. Dia bereaksi hebat dengan air. Dalam reaksinya dengan oksigen yang berlebihan, Natrium bisa membentuk peroksida. Fungsi natrium antara lain sebagai pewarna pada kembang api, Senyawa yang dihasilkannya adalah natrium klorida/ garam dapur (NaCl), natrium hidroksida (NaOH) dalam industri sabun, natrium hidrogen karbonat/ natrium bikarbonat (NaHCO3) sebagai soda kue, natrium karbonat (Na2CO3) untuk penghilang kesadahan pada air, natrium benzoat sebagai pengawet. Nama natrium atau sodium artinya pembentuk soda. Dan logam ini sangat lunak sehingga dapat dipotong dan dibentuk.

    Salah satu contoh gambar logam natrium

    Kalium (K) atau dikenal sebagai potassium merupakan logam alkali tanah periode keempat dengan nomor atom 19. Ia bereaksi meledak dengan air, dan jika disimpan dalam waktu lama maka ia ditutupi lapisan peroksida karena ia bereaksi dengan oksigen. Kegunaannya antara lain di dalam senyawa kalium hidroksida (KOH) untuk industri sabun, kalium iodida (KI) sebagai antiseptik, kalium nitrat (KNO3) untuk industri kembang api, kalium bromida (KBr) sebagai bahan untuk obat tidur. Nama kalium berasal dari kata qali yang dalam bahasa arab berarti abu.

    Salah satu contoh gambar logam kalium

    Rubidium (Rb) merupakan logam alkali periode kelima dengan nomor atom 37.

    Salah satu contoh gambar logam rubidium

    Sesium (Cs) merupakan logam alkali periode keenam dengan nomor atom 55.

    Salah satu contoh gambar bentuk dari logam sesium

    Fransium (Fr) merupakan logam alkali periode ketujuh dengan nomor atom 87 dan bersifat radioaktif atau yang inti atomnya tidak stabil. Namanya berasal dari negara Prancis.

    Dari sifat fisis unsur golongan ini, semakin kebawah jari-jari atom, dan massa jenisnya semakin meningkat, sedangkan titik didih dan titik lelehnya berkurang. Dan dari sifat kimia unsur golongan ini, golongan ini adalah logam paling reaktif dari golongan lain untuk melepas elektron, sifatnya ionik, dan mereka larut dalam air. Logam alkali ini bersifat basa.

    Dari reaksi-reaksi logam alkali, mereka bereaksi hebat dengan halogen membentuk garam halida. Bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrida yang mana bilangan oksidasi hidrogennya -1. Reaksinya dengan air, untuk Li bereaksi agak pelan, Na bereaksi hebat, K, Rb, dan Cs meledak di air. Untuk reaksi dengan oksigen dapat membentuk senyawa oksida, peroksida, dan superoksida. Jika dengan oksigen yang berlebihan, Na bisa membentuk peroksida, K, Rb, dan Cs bisa membentuk superoksida.

    Terakhir, diatas sudah dibahas mengenai logam alkali tanah, dan satu lagi jangan pernah memegang logam alkali dengan tangan telanjang karena mereka bisa bereaksi dengan air di tangan, bisa saja mereka meledak saat bereaksi di tangan kalian.

  • Halogen

    Apakah ada yang mengenal halogen? Halogen adalah sebutan untuk golongan 7a (VIIA) di tabel periodik yang letaknya diantara golongan gas mulia dan golongan oksigen. Halogen berasal dari bahasa yunani halogenao yang berarti pembentuk garam. Anggotanya ada fluor (F), klor (Cl), brom (Br), iodium (I), Astatin (At). Di alam, mereka cenderung berbentuk molekul diatomik yaitu molekul yang terdiri dari 2 atom. Tetapi, astatin yang radioaktif belum sepenuhnya diketahui.

    Garam yang biasa kita makan, misal garam dapur dengan rumus kimia NaCl, mengandung unsur halogen, yaitu klorin. Dan garam meja juga mengandung unsur halogen yaitu Iodium. Jika kita tidak mengonsumsi garam ber iodium, kita bisa mendapatkan penyakit gondok.

    Di suhu kamar, fluorin (berwarna kuning muda) dan klorin (berwarna hijau) berwujud gas, bromin (berwarna merah tua) berwujud cair, dan iodin (padat berwarna hitam, gas berwarna ungu) adalah zat padat yang mudah menyublim. Dibawah ini kita akan membahas unsur halogen.

    Fluorin (F) adalah halogen yang memiliki keelektronegatifan yang besar, dan sangat reaktif. Fungsinya antara lain adalah pelapis antilengket dalam polimer teflon (tetrafluoroetilena) atau (-CF2-CF2-)n. Dan juga sebagai zat pendingin dalam senyawa freon (CCl2F2) dan natrium fluorida (NaF), yaitu zat dalam pasta gigi. Dan ini juga ada di dalam gigi yang berfungsi sebagai pelindung agar tidak bolong.

    Salah satu contoh gambar dari fluorin

    Klorin (Cl) adalah halogen yang juga banyak disekitar. Misalkan HCl (asam klorida) ada di dalam pembersih porselen, dan asam lambung. Dan ada juga di kaporit (kalsium hipoklorit) dan pembersih bayclin (natrium hipoklorit), juga pada garam dapur (natrium klorida/ NaCl), dan juga untuk antiseptik seperti kloroform. Namanya berasal dari kata chloros yang artinya hijau.

    Bromin (Br) adalah halogen yang biasa juga digunakan untuk obat tidur (KBr/kalium bromida). Dan kertas film (AgBr/perak bromida). Nama bromin berasal dari kata bromos yang artinya bau pesing.

    Salah satu contoh gambar bromin

    Iodin (I) adalah unsur halogen yang biasanya digunakan untuk antiseptik misalnya kalium iodida (KI) yang ada di betadine, dan iodoform juga. juga untuk garam meja, yang mencegah dari penyakit gondok. Arti namanya adalah ungu.

    Salah satu contoh gambar iodin

    Astatin (At) adalah unsur yang jarang dianggap di halogen, misal, di senyawa haloalkana. Astatin adalah radioaktif, yang inti atomnya tidak stabil lalu akan meluruh menjadi isotop stabil dengam memancarkan radiasi. Arti nama astatin adalah tidak stabil.

    Terakhir, kita sudah membahas ciri khas dan kegunaan unsur halogen, di pembahasan selanjutnya diatas, nanti lihat gambar sifat fisis dari halogen.

  • Sifat gas mulia

    Tabel diatas merupakan tabel dari sifat fisis gas mulia.

  • Gas Argon

    Argon adalah gas mulia dengan nomor aton 18. Kelimpahannya di bumi ada di atmosfer yaitu berjumlah sekitar 0,934% setelah nitrogen dan oksigen. Kegunaan argon adalah menyalakan lampu, bahan laser untuk pengobatan, untuk mengelas,

    Intinya, argon merupakan gas yang paling sering dipakai. Buktinya, hampir setiap tahun di Inggris 30.000 ton gas argon digunakan. Memang argon banyak gunanya daripada teman- temannya

    Sejarahnya, argon ditemukan pertama dari gas mulia lain. Argon ditemukan oleh dua orang bernama Lord Rayleigh dan William Ramsay pada dua kali percobaan dari gas atmosfer. Di percobaan itu mereka mendapati gas yang sendirian, tidak reaktif dan tidak mau berikatan. Mereka sepakat menamakannya ‘argon’ yang dari bahasa yunani berarti malas.

    Gas argon bisa dideskripsikan sangat stabil sehingga sulit dibuat senyawa. Tetapi setelah beberapa lama ada orang berhasil membuat senyawanya yaitu dengan rumus HArF.

    Konfigurasi elektron argon perkulit dari awal yaitu 2,8,8 dan karena kulit terluarnya diakhiri 8 elektron, itu dinamai oktet dan telah stabil. Letaknya di tabel periodik adalah golongan VIIIA (gas mulia) periode ketiga. Lambangnya Ar, massana 39,984 atau dibulatkan jadi 40 dan jumlah neutron 22. Di alam, ada isotopnya yaitu Ar 36 dan Ar 39.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai